banner 728x250

“Jangan Takut, Jangan gentar, insya Allah ini akan menjadi ladang pahala”

SPM Pro News Jakarta.

Menyimak sambutan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan sambutan Wakil Presiden R.I Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Plt Gubernur Jambi Dr.H.Fachrori Umar,M.Hum yang hadir dalam  acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Ritz Calton, Pacific Place, Jakarta Selatan, Jumat malam, 11 Januari 2018 pukul 20.30 WIB kepada awak media menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara pemerintahan di Provinsi Jambi yang telah berkerja keras dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku. Menurut Fachrori, dalam melaksanakan tugasnya aparatur memang dihadapkan dengan bermacam-macam godaan, dan juga berhadapan dengan resiko-resiko yang bisa mencelakakan diri sendiri jika terjadi penyimpangan. Akan tetapi jika semua sudah dilaksanakan dengan baik sesuai aturan, maka dengan sendirinya godaan-godaan itu tidak akan terjadi dan tidak juga perlu ada rasa takut dan kekhawatiran.

banner 400x130

“Sebagai Pelaksana Tugas Gubernur, tentunya saya juga berharap, keadaan perekonomian yang sudah terus membaik ini akan terus menjadi lebih baik lagi, saya juga faham, bahwa dalam menjalankan tugasnya aparatur kita banyak juga menghadapi kendala-kendala dan godaan. Akan tetapi jika kita sudah berkerja dengan baik, sudah berkerja sesuai dengan aturan : JANGAN TAKUT.. JANGAN GENTAR  !!,, selain ini sudah merupakan keharusan, Insya Allah ini akan menjadi ladang pahala bagi kita”, ujar Fachrori Umar.

Selain itu, Fachrori Umar juga akan terus memberikan peringatan-peringatan dan teguran kepada bawahannya yang berkerja tidak sesuai dengan aturan.

Sebelumnya,  Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sambutannya menyampaikan beberapa langkah strategis guna pertumbuhan ekonomi nasional yang terus membaik akhir-akhir ini, adapat terus membaik dan terjaga yakni dengan mendorong terbentuknya regulasi baru terhadap perekonomian nasional yang ditegakkan dengan prinsip=prinsip; Pertama; kolaborasi antara pemerintah, pihak swasta dan kalangan pelaku usaha dari ekonomi lemah yang saling menguntungkan.  regulator untuk terus membuat kebijakan yang berkeadilan bagi semua pihak. Yang kedua mengedepankan prinsip keseimbangan antara pengusaha kecil dan pelaku usaha yang lebih besar. Ketiga Prinsip keadilan dan terakhir prinsip kehati-hatian. Hal ini merujuk pada fenomena yang pernah terjadi di masa lalu di mana pengusaha kecil justru menyubsidi pengusaha besar.

Wapres JK saat memberikan sambutan

“Tanpa keadilan, ekonomi tidak akan seimbang. Pada masa lalu pengusaha besar bisa dapat kredit lebih murah dibandingkan pengusaha kecil. Ini pengkhianatan terhadap keadilan bangsa,” kata JK

Namun pada saat ini, tambah JK, kondisinya sudah cenderung membaik. Ia juga mengapresiasi kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong inklusi keuangan pada semua kalangan.

“Pembentukkan bank wakaf, misalnya, mencegah masyarakat kecil bergantung pada rentenir,” tambah JK

Pada kesempatan yang sama, JK mengatakan tantangan ekonomi pada 2019 memang tidak seberat tahun-tahun sebelumnya. Namun, ia mengimbau para pembuat kebijakan untuk belajar dari pengalaman agar masalah yang pernah timbul tidak terulang kembali.

Reportase : Deny – Hasan

 

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *