banner 728x250

Provinsi Jambi Siaga Darurat Karhutla

Gubernur Jambi Fachrori Umar didepan Audiotorium Dr.Sudjarwo Kemen LHK R.I

Provinsi Jambi Siaga Darurat Karhutla

SPM Pro News Jakarta

banner 400x130

Gubernur Jambi, Dr.H.Fachrori Umar,M.Hum pagi, hingga siang hari ini Kamis, 2 Juli 2020 menghadiri Rakornas Tingkat Menteri membahas Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan Periode Puncak Kemarau 2020, bertempat di Audiotorium Dr.Sudjarwo Gedung Manggala Wana Bhakti kementerian Lingkungan Hidup Jakarta

Dalam Rakornas kali ini, satu persatu Gubernur Kepala Daerah yang diundang, yang mana wilayahnya memiliki potensi terjadinya kebakaran hutan dan Lahan, diantaranya Riau, Sumsel, Jambi, Kaltim, Kalsel, Kalbar, Jatim, Jabar, dan Papua diminta menyampaikan langkah-langkah yang telah diambil dalam rangka mencegah sedari dini, agar Kebakaran Hutan dan lahan pada musim kemarau tidak terjadi.

Usai mengikuti Rakornas, kepada SPM Pro News, Gubernur Jambi yang didamping Plt. Karo Umum Fauzan, Kepala BNPB Provinsi Jambi Bachuni Deliansyah, dan Kaban Penghubung daerah Jambi di Jakarta, Refli menyampaikan bahwa dalam rapat yang dipimpin oleh Bapak Menkopolhumam Bapak Profesor Mahfudz MD, tadi beliau telah menyampaikan beberapa point yang telah dilaksanakan di Provinsi Jambi, sebagai upaya pencegahan terjadinya Karhutla di Provinsi Jambi, antara lain melaksanakan langkah-langkah yang sifatnya koordinasi dengan para Kepala daerah kabupaten, beserta jajaran OPD terkait dan aparat penegak hukum TNI dan POLRI, maupun himbauan-himbauan kepada masyarakat, dan  secara khusus kepada para Bupati yang wilayahnya rawan terjadinya Karhutla, agar segera mengantisipasinya.

Gubernur Jambi, saat wawancara

“ Terkait antisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi, secara khusus kepada Para Bupati yang wilayahnya memiliki potensi terjadinya Karhutla, agar segera mengambil langkah-langkah antisipasi” ujar Fachrori

Sebagai Gubernur, saya juga telah menaikkan status dari Kesiapsiagaan menjadi Siaga Darurat Karhutla, status ini saya keluarkan dengan maksud agar penanganan kebakaran Hutan dan Lahan dapat terintegrasi dalam satu komando, sehingga upaya-upaya pencegahan, maupun penanganannya  dapat terlaksana dengan baik”, pungkas Fachrori

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan pemerintah tengah mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan bisa terjadi saat puncak musim kemarau antara Juli hingga Oktober 2020.

“Kita harus mengantisipasi dan melakukan langkah-langkah koordinatif untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan,” Ujar Mahfud

Menko Polhukam Prof.Mahfud MD

Mahfud menegaskan bencana karhutla tidak boleh dilupakan atau diabaikan meskipun Indonesia dalam waktu bersamaan juga menghadapi pandemi COVID-19.

“Kami tadi sepakat keduanya harus dihadapi secara serius, tidak boleh sampai terjadi karena kita fokus pada COVID-19 lalu melupakan ancaman karhutla,” lanjutnya.

Tim Informasi Badan Penghubung Daerah Jambi di Jakarta

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *