banner 728x250

Semangat baru pelestarian seni budaya tradisi di Batanghari

SPM PRO NEWS Jakarta

Dua hari di kota Muara Bulian Ibukota Kabupaten Batanghari banyak hal-hal yang sangat positif untuk  bisa kami laprkan kepada pembaca spmpro.news.com.

banner 400x130

“Semangat melestarikan seni budaya tradisi”, terlihat apik, kompak dan selaras antara pemerintah Kab. Batanghari dalam hal ini jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, juga para pelaku kesenian tradisional baik yang sudah sepuh, muda-mudi bahkan anak-anak yang datang dari pelosok dusun di Kab. Batanghari.

Terbesit sebuah pertanyaan… Apa sebenarnya yang mereka harapkan dari Festival Tradisi ini, sehingga mereka semua antusias menyemarakkan cabang-cabang Lomba tradisi yang diselenggarakan Pemkab ??

Setidaknya ada 18 group atau sanggar yang mengikuti cabang lomba, antara lain Lomba Lagu dan musik tradisi, lomba tari, permainan rakyat dan pencak silat tradisional masyarakat setempat.

Tak bisa dipungkiri, hampir di seluruh Provinsi di Indonesia, sejak bidang Kebudayaan dikembalikan ke Dinas Pendidikan dari Instansi Pariwisata, banyak terjadi kemandulan, simpang siur dan juga miss dalam pelaksanaan tupoksi bidang kebudayaan. Meskipun bernama sama “bidang Kebudayaan”, tetapi manakala tergabung dengan Pariwisata atau Pendidikan maka terapannya akan sangat berbeda.

Bersama Pariwisata, maka Kebudayaan yang diekspose adalah sebuah karya garapan baru dengan dengan akar budaya tradisi sebagai pijakan dengan output menjaring wisatawan sebanyak mungkin. Sedangkan Kebudayaan bersama bidang Pendidikan, maka yang lebih diutamakan adalah bagaimana Seni budaya masyarakat tersebut dapat terus hidup, berkembang dan lestari dengan mengesampingkan upaya-upaya pengembangan sebagai daya tarik pariwisata, yang terpenting disini adalah originalitas dari karya para pendahulu agar tetap hidup dan terjaga.

Dari pertimbangan diatas, patutlah kita acungi jempol atas kerja keras pimpinan dan seluruh jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Batanghari.

Tidaklah berlebihan, mengingat Festival Seni-budaya tradisional yang menghadirkan group/sanggar dari pelosok kampung ini seluruhnya spesifikasi budaya Melayu khas Batanghari, dan bukan paguyuban etnis yang banyak dihadirkan pada event perayaan HUT Kab/ko/Provinsi setiap tahunnya.

Upayapun tak selesai hingga disini, apresiasi Pemkab Batanghari terhadap pelaku seni budaya tradisi akan terus ditingkatkan dengan peningkatan kualitas dari identifikasi kebudayaan daerah dengan mendaftarkan benda/budaya tersebut sebagai Hak Kekayaan Intelektual, peningkatan kualitas Festival Seni-budaya tradisional, dan memberikan apresiasi terhadap para pelaku budaya yang telah mampu mempertahankan warisan budaya leluhur mereka dari generasi ke generasi

Setidaknya demikian yang diimpikan Dra.Jamilah selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Batanghari baik dalam pidato2 sambutan beliau, maupun saat berbincang-bincang secara langsung dengan kami selaku reporter spmpronews.com sekaligus pengelola bidang Informasi Anjungan Jambi Taman Mini Indonesia Indah Jakarta.

“Meskipun juklak dan juknis telah disebar jauh-jauh hari sebelum Festival dan telah pula diadakan tekhnikal meeting kepada semua peserta, saya merasa sosialisasi terhadap kriteria penilaian dan bagaimana Festival ini digelar masih terdapat banyak kekurangan, contohnya dalam penampilan salah satu group yang membawakan tari Selendang Mayang, apakah benar tari ini dibawakan dengan busana pakaian penganten ?.., hal-hal seperti ini kedepannya akan terus kita sempurnakan.” Ujar Dra.Jamila Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batanghari.

Kadis Pendidikan dan kebudayaan Kab.Batanghari Dra.Jamilah saat memberikan hadiah lomba

“kami bertekad, jika semua sanggar-sanggar kita ini sudah sesuai dengan tradisi masyarakat kito dan ciri-ciri khas kedaerahnnya telah sesuai pula dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan secara nasional, maka saya bertekad seluruh sanggar dan kebudayaan ini akan kita patenkan semuanya”. Lebih lanjut Ibu Kadis berkeinginan dapat memfasilitasi group/sanggar seni budaya tradisi ini dapat lebih banyak kesempatan tampil, baik di tingkat Lokal Kabupaten Batanghari, juga di level Provinsi, hingga ditingkat nasional dan internasional.

Puas berkumpul bersama para pelaku seni tradisi Batanghari, usai penyerahan hadiah lomba sayapun beranjak lembali ke Jakarta. Teriring doa, semoga apa yang telah dikerjakan Ibu Kadis Pendidikan dan Kebuadayaan bersama jajaran dan pelaku seni tradisi Batanghari dapat terwujud dan menyebar ke kabupaten lain dalam Provinsi Jambi.

saya (tengah baju batik merah) bersama sanggar Bujang Paibo yang mendapat beberapa prestasi bagus

Reportase :  Deny

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *