banner 728x250

Soal Pelayanan Bedah Jantung akhir 2023, Gubernur Jambi “Kelamoan”

SPM News Jakarta

Bertempat di Ruang Pertemuan Direksi Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, berlangsung pertemuan antara jajaran Rumah Sakit Harapan Kita, yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama  Dr.dr.Iwan Dakota,SpJP(K),MARS,FACC,FESC dan jajaran Pemerintah Provinsi Jambi yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jambi Dr.H.Al Haris,S.Sos,MH, Kamis 4 November 2021 pukul 09.00

banner 400x130

Pertemuan membahas Kerjasama Jejaring Kardiovaskular Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita dan RSUD Raden Mattaher Jambi.

Suasana jalannya pertemuan

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama  Dr.dr.Iwan Dakota,SpJP(K),MARS,FACC,FESC mengatakan, bahwa nilai ekonomis dari Warga negara Indonesia dalam rangka pelayanan kesehatan dan kecantikant ke negeri Jiran sangat besar yakni sekitar U$ 11,5 juta. Dikarenakan akses saat ini (masa pandemic) tertutup, kesempatan ini harus bisa kita ambil. Agar capital besar ini tidak lari keluar negeri, tapi bisa dilayani di Indonesia, syukur-syukur bisa dilayani di daerah.

“Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan no 7182 tahun 2020, bahwa Seluruh  Provinsi dapat melakukan pelayanan jantung paripurna, termasuk pelayanan bedah jantung terbuka, selambat-lambatnya akhir tahun 2023”, ujar Dirut Harapan Kita Iwan Dakota

Foto bersama jajaran Direksi RS Harapan Kita dan Pemprov Jambi

Menurut Iwan Dakota yang ternyata putra kelahiran Palembang, Provinsi Jambi untuk pelayanan pengobatan Jantung yang saat ini berada di Zona Hijau,harus bisa masuk ke zona Merah (kategori Mandiri),adapun yang harus diperbuat Provinsi Jambi dalam waktu dekat adalah menyediakan gedung khusus untuk rumah sakit jantung atau pelayanan penyakit jantung, selanjutnya RS Harapan Kita melalui DAK Kementerian Kesehatan akan memberikan anggaran untuk peralatan dan fasilitas, juga untuk menjamin ketersediaan SDM, baik untuk pelatihan keperawatan, sampai ketersediaan dokter.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jambi, Dr.H.Al Haris,S.Sos,MH langsung memberikan tanggapan.

“Kelamoan (terlalu lama) Pak Dokter”, ujar Al Haris.

Gubernur Jambi berharap, Provinsi Jambi sudah mandiri dalam pelayanan Penyakit Jantung tahun 2022, mengingat saat ini Gedung untuk pelayanan penyakit Jantung sudah tersedia, yakni menggunakan gedung baru yang terdiri dari 6 lantai eks Rumah Sakit Covid 19 yang sekarang sudah nol pasien, pun pelayanan kesehatan jantung saat ini sudah berjalan.

“Kami berharap dok, kalau bisa tahun depan kita sudah bisa operasional bukan tahun 2023, karena masyarakat Jambi ekonominya terbilang menengah kebawah, untuk perawatan jantung ini sudah harus berbiaya murah, tidak harus ke Jakarta, butuh waktu cukup lama, bisa berulang-ulang, butuh biaya cukup besar, belum lagi keluarga yang mendampingi juga harus pakai biaya juga” lanjut Al Haris.

“Insya Allah, apa-apa yang menjadi tanggung jawab kami, kami siap penuhi, gedung juga sudah mantap, tinggal nanti kami menunggu Dokter Iwan dan kawan-kawan kapan bisa ke Jambi, mana-mana yang dirasa kurang kami siap benahi, mohon nanti Pak Dokter bisa mengawal DAK untuk penyempurnaan Rumah Sakit Jantung Provinsi Jambi, kami harapkan bisa terrealisasi dalam waktu dalam tahun depan” pungkas Al Haris.

Dalam Closing Statemen Gubernur Jambi kembali menyampaikan harapannya, agar operasional Pelayanan penyakit Jantung sevara paripurna di RSUD Raden Mattaher dapat terwujud lebih awal, yakni di tahun 2022.

 

“Saya Gubernur Jambi mengharapkan bimbingan dan Bantuan dari RS Harapan kita, agar masyarakat Jambi yang memerlukan tindakan operasi jantung, kelak cukup di RSUD Raden Mattaher saja, tidak perlu jauh-jauh lagi ke Jakarta atau bahkan ke luar negeri. Dan tentunya kami pemerintah ingin pelayanan Jantung ini bisa lebih cepat, lebih mudah, lebih efisien dan bisa membantu masyarakat yang tidak mampu, kami akan support program ini, dan kami akan berusaha untuk mempercepat proses SDMnya, dan kami harap dukungan dari RS Harapan kita untuk DAKnya untuk pengadaan sarana alat kesehatan dari pemerintah pusat, dan akhir tahun 2022 program ini sudah bisa berjalan sesuai dengan yang kita harapkan.” Ujar Al Haris

Sementara itu Dirut RS Harapan kita menyampaikan terimakasih atas dukungan yang kuat dari Gubernur Jambi, dan berkeyakinan program Kementerian Kesehatan dibidang pelayanan penyakit jantung secara paripurna di Provinsi Jambi akan segera terwujud.

“Sesuai dengan SK Kemenkes no 7182 tahun 2020, kami siap untuk mengampu 54 Rumah sakit di berbagai Provinsi, khusus untuk RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi, yang saat ini baru bisa melayani penyakit jantung untuk tindakan IMB non bedah, insya Allah akan kita tingkatkan kemampuannya menjadi mandiri dalam 2 (dua) tahun kedepan sehingga dapat melakukan pelayanan yang Holistik termasuk bedah jantung terbuka. Saya juga berterimakasih atas dukungan yang kuat dari Bapak Gubernur, saya yakin kolaborasi dan sinergitas yang baik ini, program kemandirian pelayanan jantung di RSUD raden Mattaher ini akan segera terwujud”, pungkas Iwan Dakota.

Acara yang penuh keakraban ini dihadiri pejabat yang mendampingi Gubernur Jambi antara lain Staf Ahli bidang Pemerintahan,Hukum dan Politik, Kadis Perhubungan, Karo Adm pimpinan, dan kaban Penghubung,dan Direktur RSUD Raden Mattaher beserta jajaran, sedangkan dari RS Harapan Kita, hadir, Direktur Medis, Direktur Perencanaan, Direktur Keuangan, Kasubbid Bedah Jantung dan Ketua Tim Jejaring pembentukan RS Jantung Nasional.

 

Reportase Den – Asnawi

 

banner 400x130

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *